Desain Arsitektur Dunia

Gaya Arsitektur Rumah yang Wajib kamu Ketahui. Mana yang paling kamu suka sih ??

  1. Mediteranian

mediteranian house

Asal mula Gaya Arsitektur Mediterania dari istilah mediterraneus, yang berarti pedalaman atau ditengah daratan. Arsitektur ini lahir dari bangunan-bangunan Mediterania di masa lalu dan sangat berpacu pada keadaan geofrafis di wilayah itu, misalnya yunani. Udara yang sejuk, dengan intensitas matahari sedang dan terpaan angin cukup tinggi membuat struktur bangunan mediteranian dirancang memiliki daya tahan atas situasi itu.

Ciri & Karakter

  • Keberadaan Portico dan balkon. Portico adalah serambi bangunan yang banyak menaplikasi elemen dekoratif mediterania seperti dua tiang di pintu masuk dan ukiran sederhana sebagai mahkota tiang. Untuk rumah besar, biasanya ada balkon.
  • Kolom dan pilar bangunan menonjol. Kolom-kolom arsitektur mediterania justru menjadi bagian wajah ciri khas arsitektur bangunan ini.
  • Teras atau selasar. Keberadaan selasar dengan air mancur berfungsi untuk mengatur suhu rumah agar tetap nyaman.
  • Struktur Atap. Bentuk atapnya bisa miring, datar hingga atap pelana. Ada juga yang menambah tritisan.
  • Material Dinding. Struktur dinding bangunan terbuat dari tanah liat yang dibakar, dan mampu diperbaharui dengan cat kapur. Biasanya tampil polos dengan tektstur kasar apa adanya.
  • Pengaplikasian warna dan material alam. Warna putih, biru dan hijau sering ditemui. Ada juga warna kemerahan seperti bata, kekuningan dan krem. Biasanya rumah mediterania kalangan atas mengaplikasi warna pasatel. Sedangkan kalangan bawah menggunakan warna cerah.
  • Jendela dan pintu. Umumnya berukuran kecil, berbentuk persegi atau persegi panjang, dilengkapi ornamen lengkung di bagian atasnya. Materialnya biasanya terbuat dari kayu ataupun besi tempa.

Tipe dan jenisnya memiliki berbagai khas. Seperti Arsitektur mediterania ala yunani dengan dominasi warna kebiru-biruan seperti turquoise dan kobalt dengan perabot yang lebih modern. Ala talia dengan khas warna bumi, jingga, merah bata, kuning. Dengan peratob bergaya desain Tuscan. Dan ala spanyol didominasi warna cerah dengan aplikasi elemen mosaic dan mural. Untuk lantai menggunakan ubin terakota, umum ditemui.

Sumber: www.interinoz.com

 

  1. Kontemporer

kontemporer house

Gaya kontemporer mulai berkembang pada awal 1920-an. Modern dan kontemporer, tidak sama. Modern mengacu pada arsitektur modernis yang ada pada awal hingga pertengahan abad 20. Komtemporer dasarnya adalah gaya desain yang sedang up to date di masa sekarang. Kontemporer sifatnya dinamis, tidak terikat oleh suatu era. Sedangkan modern menandakan era setelah pra industri. Gaya kontemporer menampilkan gaya baru, menghasikan desain lebih segar dan berbeda. Ada berbagai gaya, seperti klasik, rustic, modern kontemporer.

Ciri-cirinya

  • Mengadopsi rancangan gabungan garis melengkung dan garis lurus.
  • Komposisi Ruang. Karena paduan dari garis lurus dan lengkung, maka bangunan yang dihasilkan selain kubus adalah bentuk bulat. Gabungannya akan menghasilkan komposisi ruang yang unik dengan layout tidak biasa.
  • Material baru. Bahan material yang dipakai pada interior dan eksterior cenderung baru, seperti kaca, kakyu, batu bata, dan logam. Tanaman juga sering digunakan terutama pada atap dan dinding.
  • Berukuran lebih besar, diletakkan pada posisi unik.
  • Memperhatikan lingkungan. Berkarakteristic Ecohousing. Memakai elemen ramah lingkungan dan hemat energy.

Contoh bangunan bergaya arsitek kontemporer: The Capital Gate Tower, Abu Dhabi, UEA. The Auditorio de Tenerife, di Santa Crux de Tenerife, Spanyol.

Sumber: https://www.arsitag.com

  1. Mid Century – Terkesan Klasik dan mewah

mid century house

Istilah mid century digunakan untuk mendeskripsikan gaya desain arsitektur pada pertengahan tahun 1950, yang ditegaskan lagi pada 1983. Ide awalnya gaya ini adalah bahwa desain yang mengarah dan menunjukkan masa depan, dapat memancing adanya perubahan social demi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kebanyakan menerapan konsep yang terintegrasi dengan alam dan sederhana.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan jenis kayu asli, yang diaplikasikan pada furniture seperti tempat tidur. Dengan kayu asli, seperti jati maka akan tampak terlihat mewah selain itu lebih kuat dan tahan lama.
  • Pola Geometris. Pola geometris dapat diaplikasikan pada motif kain sarung bantal, karpet atau furniture yang berpola geometris.
  • Lampu Klasik. Pengaplikasian lampu klasik mempertegas kesan dramatis gaya mid-century. Untuk menghasilkan suasana klasik, biasanya digunakan warna kuning.
  • Warna Putih. Warna putih banyak diapliksikan pada rumah bergaya mid-century karena membuat kesan mewah dan elegan.

Sumber: media.rooang.com

  1. Victorian

victorian house

Muncul pada abad pertengahan hingga ahir abad 19. Victorian berasal dari masa kekuasaan ratu Victoria yang merepresentasikan kebiasaan inggris dan prancis yang sering memberi nama suatu ugaya arsitektur degnan nama kekuasaan monarki.

Karakteristik:

  • Dua atau tiga lantai. Rumah gaya Victorian biasanya megah dan besar.
  • Eksterior dari batu atau kayu. Sebagian besar menggunakan kayu untuk bahgian eksterior.
  • Rumit, simetris. Dekorasi desainnya sangat rumit, biasanya terdapat pada eksterior.
  • Potongan yang dekoratif, yang disebut “Gingerbread” rumah Victorian biasanya didekorasi dengan bahan kayu dengan paduan besi atau logam.
  • Permukaan tembok bertekstrur, dengan hiasan batu, pahatan kayu untuk dekorasi rumah.
  • Atap rumah curam dan bertingkat, atap rumah berbentuk segitiga menghadap ke berbagai arah.
  • Menara, pada berbagai rumah mewah terdapat menara. Dan berwarna Cerah.

Contoh bangunan terkenal, desain Victorian adalah Manchester Town Hall di kota Manchester yang didesain oleh Alfred Waterhouse. Tempat ini sekarang digunakan untuk acara pernikahan, konferensi dan lokasi syuting film Sherlock Holmes.

Sumber: arsitag.com

  1. The Federal

Federal houses

Gaya arsitektur ini sangat popular pada ahir abad ke-18 yang mana merupakan evolusi dari gaya Georgian yang identik dengan masyarakat eropa. Dimanakan federal, karena memang gaya arsitektur ini popular saat sistem pemerintahan federal berkuasa.

Ciri-cirinya:

  • Bentuk fasad simetris. Pada susunan jendela dan pintu. Berbentuk kotak sederhana, memiliki kamar 2-3.
  • Atap pelana terpusat. Terpusatnya kea tap pintu masuk. Fasad dari atap pelana rumah seringkali menjadi bagian dari fasad rumah atau dibuat agak menjirok ke depan.
  • Batu bata merah dinding. Biasanya pada dinding dibiarkan terbuka, tanpa aci.
  • Memiliki Cornice. Hiasan bersifat horizontal pada tembok atau jendela dinamakan cornice.
  • Jendela setengah lingkaran diatas pintu. Disebut dengan istilah “Fanlight” berfungsi menambah sinar matahari masuk. Biasanya ada banyak jendela, misalnya 6 yang berukuran normal dan 2 berukuran besar di setiap lantainya.

Sumber: rumahlia.com, rumahku.com

  1. Minimalis

Minimalism House

Konsep minimalis cukup banyak digandrungi akhir-akhir ini dan menjadi tren pada awal adad ke-19. Dalam desain arsitektur minimalis, desain bangunan hanya menggunakan kebutuhan yang paling mendasar menekankan pada hal-hal yang bersifat esensial dan fungsional. Bentuk-bentuk yang geometris dan tanpa dekorasi menjadi karakter arsitektur minimalis. Fokus utama gaya ini pada dua elemen, yaitu pencahayaan yang elegan dan ruang kosong yang tercipta dari pengurangan unsure tiga dimensional dalam desain arsitektur. Arsitek minimalis tak hanya mempertimbangkan kualitas fisik bangunan, namun juga melihat secara mendalalm ke dalam dimensi spiritual yang tak terlihat dengan perhatian lebih terhadap detail, manusia, ruang, alam dan bahan. Desain arsitektur minimalis digunakan untuk menyampaikan pesan kesederhanaan. Moto arsitek minimalis adalah “listen to figure” dengan mencari esensi kesederhanaan, menemukan kembali kualitas berharga dalam bahan yang sederhana dan umum.

Ciri-ciri

  • Bentuknya sederhana, seperti kotak, kubus, deret jendela kotak bersusun horizontal, semua sudut façade 90 derajat dengan material fabrikasi baja, kaca dan beton.
  • Warna putih. Kesederhanaan desain minimalis didominasi dengan unsure warna putih, krem atau hitam.
  • Garis tajam. Dinding bangunan dan sudut rumahnya memiliki desain arsitek yang tajam, tegas.

Sumber arsitag.com

  1. Modern

Modern House

Muncul karena adanya kemajuan di bidang teknologi yang membuat manusia cenderung memilih sesuatu yang ekonomis, mudah dan bagus. Ditandai pada pertengahan abad ke-20. Karekteristik yang dimilikinya dasarnya menolak gaya lama, dan menyederhanakan bangunan sehingga format detil menjadi tidak perlu.

Bangunan berarsitektur modern, lebih fokus pada konsep bentuk, ruang, fungsi dan konsruksi. Konsep ini ditunjukkan dengan bentuk geometri ditandai dengan konstruksi beton bertulang, baja dan bahan bangunan ringan. Konsep ruang modern identik dengan bersifat kubisme.

Sumber: liputan6.com