one gate system

Sebelum bahas “One Gate Sistem” Saya mau cerita dulu. Kemarin malam ada yang beli pulsa di tempat saya, orang tak dikenal. Biasanya kalau beli, nggak sampai masuk hingga halaman dalam rumah karena ada pintu kecil diluar. Biasanya pembeli nunggu disitu. Namun pembeli ini masuk hingga pintu dalam, sambil nunggu pulsa masuk dan membayar, dia pandangannya sedikit aneh kalo saya amati, ia melihat-lihat seluruh sudut dalam rumah begitu detail, tengak-tengok kiri kanan, atas bawah. Sampai saya nggak enak mau ngeliatin kearah muka orang itu. Akhirnya saya berusaha merapatkan pintu, untuk menghalangi dia melihat-lihat lagi.

Kemudian saya mengamati penampilannya, makin mencurigakan karena selain pakaiannya berantakan, berjaket, bersepatu, juga merokok. Akhirnya membuat Saya jadi “waspada mode on.” Dalam hati saya, mata udah tertuju ke arah pemecah batu es dari shok breaker motor depan, kalo seketika orang itu berbuat ulah atau nyelonong masuk saya siap pukul, dan melihat-lihat dimana ada tali rafia buat ngiket kalo nekat berbuat jahat. Tapi untungnya, dia pergi. Alhamdulillah, aman. Lega rasanya, namun menjadikan saya tetap waspada.

Dari pengalaman ini, saya jadi merasa penting mengenai keamanan rumah, terlebih yang namanya “one gate sistem” di sebuah perumahan cluster. Oke, mari kita bahas.

***

Bagi masyarakat desa, mungkin hal biasa aja saat melihat “sistem keluar-masuk cluster” menerapkan satu pintu (one gate) di sebuah perumahan yang ada di kota-kota. “Ah, biasa. Kebanyakan perumahan juga begitu.” sama.

Karena, dalam bermasyarakat di desa, mereka jarang memakai pembatas pagar rumah baik didepan, samping dan belakang rumahnya. Bahkan, mungkin seharian penuh pintu rumah dibiarkan terbuka sampai malem juga ada. Di desa-desa, kebersamaan, sopan-santun, keakraban, saling membaur, saling menyapa, dan bertetangga memang sesuatu yang krusial dan dijunjung tinggi sehingga menjadi “tabu” jika meninggikan tembok hingga menjadi batas bertetangga satu dengan yang lainnya.

***

Tapi akan beda kondisinya dengan kehidupan kota. Bukannya tidak mau bertetangga, atau menutup sosialisasi. Penggunaan batas rumah seperti tembok di kanan-kiri, dan depan belakang sangat bermanfaat karena alasan keamanan & keterbatasan lahan. Karena lahan terbatas, maka dengan memberi dinding pada batas terluar area rumah, maka jadi bisa difungsikan menjadi tempat yang layak. Misalnya, menjadi dapur pada bagian belakang rumah. Atau gudang, di samping kiri / kanan rumah. Atau carport pada bagian depan rumah disulap menjadi ruang tamu, dengan menambahkan kanopi, pagar di depannya dan satu set meja kursi. Itu alasan, kenapa ada tembok dan pagar di perumahan cluster. Jadi, tembok dan pagar tak pernah menjadi penghalang bertetangga bagi masyarakat kota. Namun mereka menjaga privasi dan sebagai bentuk saling menghargai. Lagi pula, asalnya tembok yang disediakan oleh pengembang tidak terlalu tinggi supaya tetap terjaga sosialisasi dengan tetangga sebelah.

***

Kemudian yang tak kalah penting adalah “keamanan.” Memberi dinding pembatas berupa tembok,selain pemanfaatan lahan, juga berfungsi sebagai pengamanan dalam rumah. Pengamanan itu sangat penting, untuk melindungi keluarga, nyawa dan harta benda yang telah susah payah kita usahakan dengan cara halal. Ketika bertempat tinggalnya aman, maka hidup-pun terasa tentram. Ibadah tenang, bertetangga juga nyaman & harmoni. Anak-anak, pun bisa bermain dengan leluasa diluar rumah.

Lalu, “one-gate-sistem” fungsinya apa?

Pengamanan ganda, jadi setelah Anda memberi pengamanan lapis pertama di rumah Anda. One Gate sistem memberi keamanan lapis-2 di lingkungan cluster. One Gate Sistem, biasanya dijaga oleh beberapa security / satpam. Makanya, sudah semestinya kita berterimakasih kepada pak security karena telah membantu dalam hal pengamanan yang berlangsung setiap hari. Kalau ada rezeki berlebih, misalnya kue, atau sekedar saset kopi berikanlah pada mereka. Karena bertugas jaga malam hari itu, bukan hanya ngantuk tapi juga sangat lelah.

***

Bagi Anda yang memutuskan tinggal di kota, jangan meremehkan keamanan. Lingkungan tak pernah bisa diprediksi keamanannya, karena persaingan, populasi atau masalah ekonomi yang bisa saja menjadi pemicu tindak kejahatan. Terkadang saya yang bertempat tinggal di rumah bukan cluster berfikir, jika perlu, menyiapkan peralatan keamanan di rumah seperti tambang, pentungan, alat setrum listrik, hp/telp untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan. Namun semoga saja, nggak sampai terjadi apa-apa. Saya doakan Anda yang sudah membaca sampai sini, semoga keluarga dan harta Anda selalu dalam lindungan Allah dimana saja tinggal. Jika memungkinkan Anda bisa memiliki tempat tinggal dengan double proteksi di perumahan cluster, yang memiliki sistem “one-gate-security” nya.

Athmar Residence, Falisha & Barakana menawarkan hunian yang insyaa Allah aman untuk Anda dengan menghadirkan sistem “One-Gate”. Keluarga Anda jadi lebih tenang tinggal dan beraktivitas selama 24 jam non-stop tanpa khawatir baik didalam maupun diluar rumah. Anda bisa tidur diluar rumah jika mau. Anda bisa membuka pintu rumah Anda saat malam tanpa was-was. Anda bisa menaruh motor di halaman rumah tanpa mengunci, sehingga rumah lebih lega. Di Falisha Residence Arco Sawangan, kemarin baru saja ada yang membooking 1 unit. Sehingga kini sisanya tinggal (2) lagi.

Di Barakana, cipayung dekat stasiun depok lama, hari minggu kemarin ada yang membooking (2) unit, sehingga sisa sekarang sebanyak 5. Di Athmar Residence, 8 Menit ke GDC masih ada 7 unit lagi. Anda bisa pilih, mana aja yang paling cocok untuk Anda tinggali. Semuanya berdesain bagus, berlokasi strategis. Anda bisa KPR atau CASH jika ingin mendapatkan harga lebih terjangkau.